Stereotipe Berdasarkan Gender
Stereotipe
pada umumnya merupakan ejekan, gambaran-gambaran atau tanggapan tertentu
terhadap individu atau kelompok. Dalam topik ini saya mau menjelaskan tentang gender dalam
segi gaya bicara. Ada yang mengatakan bahwa perempuan lebih banyak berbicara
dibandingkan laki-laki. Setiap laki-laki dan perempuan memiliki gaya bicaranya
masing-masing. namun, ada beberapa istilah-istilah khusus yang digunakan untuk wanita
yaitu, gosip, desas -desus, kabar
burung, angin lalu, dll. Tetapi istilah tersebut jarang sekali dipakai
untuk percakapan para laki-laki.
Stereotipe
gaya bicara laki-laki dan perempuan secara umum wanita berbicara lebih banyak dibandingkan
laki-laki. Tetapi Laki-laki lebih banyak berbicara dalam percakapan yang
terdiri atas kelompok dibandingkan perempuan. Banyak orang mengira bahwa siswa perempuan
yang berbicara lebih banyak dalam sebuah percakapan akan lebih
dihargai oleh pembicara. Sedangkan siswa laki-laki lebih banyak berbicara
di depan kelas akan dinyatakan menyita waktu guru. Ada saatnya kalau para
laki-laki memang dan akan berbicara lebih banyak dibandingkan perempuan dan ada
saatnya juga perempuanlah yang lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki.
Selain
stereotipe berdasarkan gaya bicara ada juga yang berdasarkan peran gender, setiap laki-laki dan perempuan
memiliki perannya masing-masing. Contohnya, hanya laki-laki yang pantas untuk
menjadi pemimpin karena laki-laki lebih rasional dibandingkan perempuan dan
juga Laki-laki adalah kepala keluarga yang wajib mencari uang untuk istri dan anaknya.
Sedangkan perempuan wajib mengasuh anak-anaknya, karena perempuan mempunyai
kelemah, lembutan dan kesabaran. Apalagi perempuanlah yang secara biologis memiliki
fungsi untuk melahirkan anak.
Menurut
saya, dalam kehidupan masyarakat masih banyak sekali perbedaan atau
bertentangan antara individu maupun kelompok. Stereotipe adalah salah satu
contoh dalam penilaian terhadap seseorang yang dilihat secara fisik dimana
orang tersebut dapat di kategorikan dan kebanyakan mangacu dalam hal-hal yang
negatif. Namun stereotipe bukan hanya mengacu kedalam hal-hal yang negatif saja
tetapi stereotipe juga bisa mengacu kedalam hal-hal yang positif, contoh; memberi
jalan pintas dalam pemikiran manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang sulit
atau kompleks dan dapat membantu mengambil keputusan dengan cepat. Kita harus
menyadari bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing jadi tidak
perlu menyamakan dengan orang lain ataupun dengan kelompok , setiap orang perlu
saling menghargai keunikan orang lain maupun keunikan kita sendiri. Stereotype
akan terus dilestarikan melalui komunikasi maupun melalui interkasi secara
langsung yang menyebar di kalangan masyarakat dan akan terus diturunkan ke
generasi berikutnya
Refrensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar