Senin, 07 Agustus 2017

Stereotipe Berdasarkan Gender

Stereotipe Berdasarkan Gender

 Stereotipe pada umumnya merupakan ejekan, gambaran-gambaran atau tanggapan tertentu terhadap individu atau kelompok. Dalam topik ini saya mau menjelaskan tentang gender dalam segi gaya bicara. Ada yang mengatakan bahwa perempuan lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki. Setiap laki-laki dan perempuan memiliki gaya bicaranya masing-masing. namun, ada beberapa  istilah-istilah khusus yang digunakan untuk wanita yaitu, gosip, desas -desus, kabar burung, angin lalu, dll. Tetapi istilah tersebut jarang sekali dipakai untuk percakapan para laki-laki.

Stereotipe gaya bicara laki-laki dan perempuan secara umum wanita berbicara lebih banyak dibandingkan laki-laki. Tetapi Laki-laki lebih banyak berbicara dalam percakapan yang terdiri atas kelompok dibandingkan perempuan. Banyak orang mengira bahwa siswa perempuan yang berbicara lebih banyak dalam sebuah percakapan akan lebih dihargai oleh pembicara. Sedangkan siswa laki-laki lebih banyak berbicara di depan kelas akan dinyatakan menyita waktu guru. Ada saatnya kalau para laki-laki memang dan akan berbicara lebih banyak dibandingkan perempuan dan ada saatnya juga perempuanlah yang lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki. 

Selain stereotipe berdasarkan gaya bicara ada juga yang berdasarkan peran gender, setiap laki-laki dan perempuan memiliki perannya masing-masing. Contohnya, hanya laki-laki yang pantas untuk menjadi pemimpin karena laki-laki lebih rasional dibandingkan perempuan dan juga Laki-laki adalah kepala keluarga yang wajib mencari uang untuk istri dan anaknya. Sedangkan perempuan wajib mengasuh anak-anaknya, karena perempuan mempunyai kelemah, lembutan dan kesabaran. Apalagi perempuanlah yang secara biologis memiliki fungsi untuk melahirkan anak.


Menurut saya, dalam kehidupan masyarakat masih banyak sekali perbedaan atau bertentangan antara individu maupun kelompok. Stereotipe adalah salah satu contoh dalam penilaian terhadap seseorang yang dilihat secara fisik dimana orang tersebut dapat di kategorikan dan kebanyakan mangacu dalam hal-hal yang negatif. Namun stereotipe bukan hanya mengacu kedalam hal-hal yang negatif saja tetapi stereotipe juga bisa mengacu kedalam hal-hal yang positif, contoh; memberi jalan pintas dalam pemikiran manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang sulit atau kompleks dan dapat membantu mengambil keputusan dengan cepat. Kita harus menyadari bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing jadi tidak perlu menyamakan dengan orang lain ataupun dengan kelompok , setiap orang perlu saling menghargai keunikan orang lain maupun keunikan kita sendiri. Stereotype akan terus dilestarikan melalui komunikasi maupun melalui interkasi secara langsung yang menyebar di kalangan masyarakat dan akan terus diturunkan ke generasi berikutnya


Refrensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar