Rabu, 09 Agustus 2017

Arti Kata Gender dan Seksualitas

 Arti Kata Gender dan Seksualitas

Seksualitas Membicarakan hal-hal yang Kita Lihat
(jasmani)

 -ras                                         
-cantik                                    
-ganteng                                   
-kuat
-perkasa                           
-berpakaian praktis                  
-berpakaian panjang                
-berambut panjang                   
-berambut pendek                     
-aksesoris                                  
-jantan

Gender Membicarakan Sifat
(rohani)

-lemah-lembut
-keras kepala
-feminim
-kasih saying
-cengeng
-penakut
-emosional
-aktif
-keibuan

                                   
                                                                                

Senin, 07 Agustus 2017

Berbahasa Seksualitas

Berbahasa Seksualitas

Dalam sosiologi, subkultur adalah sekelompok orang dengan budaya yang membedakan diri dari budaya yang lebih besar di mana mereka berada. Subkultur mempertemukan seperti hati individu yang merasa diabaikan oleh standar sosial dan memungkinkan mereka untuk mengembangkan rasa identitas. Atau dalam kata lain, Sebuah kelompok dalam budaya yang lebih besar yang memiliki norma dan nilainya tersendiri. Didalam subkultur terbagi menjadi berbagai macam, tetapi yang saya mau menjelaskan adalah subkultur anak muda (youth sub-culture) yaitu subkultur yang berbasis kepada pemuda dengan gaya yang berbeda, perilaku, dan minat. Atau dalam kata lain, Subkultur remaja atau anak muda yang dapat dibedakan dengan gaya, pakaian dan pilihan musik mereka.

Dalam kata lain topik ini lebih membicarakan bahasa-bahasa seksualitas, dimana orang dewasa maupun anak remaja menggunakan pakaian ataupun aksesoris yang hardcore bagi para laki-laki maupun bagi para perempuan.  seorang laki laki yang menggunakan anting adalah budaya dari barat atau kalau kita sering bilang adalah budaya orang bule.

 Laki-laki menggunakan anting karena ia menggemar seseorang yang menggunakan anting dan pada akhirnya iapun meniru orang tersebut, ada juga orang menggunakan anting karena mau mengikuti temannya dan ada juga yang disuruh temannya atau pacarnya untuk memakai anting. Salah satu contoh adalah Al Ghazali (Al Ghazali saat masih kecil kini sudah menjelma menjadi seorang lelaki tampan. Ia pun digandrungi banyak penggemar perempuan.) di akun Instagram pribadinya membuat fans heboh. Hal ini juga yang kembali terlihat saat putra Ahmad Dhani dan Maia Estianty itu mengunggah fotonya memakai anting hitam, Fansnya pun langsung memberi banyak komentar.salah satunya adalah "@annisanovatia ok besok gue anting deh.", "Sumpah Al cakep buanget," kata akun @raynar_ratna,  "Cowok terganteng di Indonesia ya gini," ujar akun @arummudita.

Namun ada beberapa tradisi atau budaya yang meminta untuk menggunakan anting, salah satu contohnya adalah budaya Tengger memang mengharuskan setiap anak laki-laki yang lahir pada hari Wagesistem penanggalan Jawa--untuk mengenakan anting di telinga kiri. Hingga kini, warga Tengger masih belum mengetahui maksud dan tujuan budaya itu. Yang mereka tahu, hiasan telinga ini harus terpasang di telinga kiri. Hanya sesepuh dan dukun Tengger saja yang memahami makna tersebut.

Selain antingpun pria ataupun perempuan suka menggunakan tindik. Alasan mengapa mereka menggunakan tindik disebabkan semakin ngetrennya tindik belakangan ini. Bukan hanya tindik telinga, namun juga lidah sampai organ genital. Jika pada zaman dulu, tindik lebih ditujukan untuk kepercayaan atau keyakinan, sekarang sudah bergeser pada mengikuti pergaulan yang sedang berlangsung. Hanya beberapa persen orang memiliki tindik di luar bagian telinga mereka Sebesar 14 persen orang yang menggunakan tindik selain di telinga mereka.  Kamu bisa mengalami alergi terhadap tindikanmu Bagi kamu pengguna tindik sebagai perhiasan yang mengandung nikel, koblat, atau emas putih dapat menyebabkan reaksi alergi. Namun menindik adalah sebuah seni yang lebih ditekankan pada fungsi perhiasan sehingga menunjang penampilan.

Rambut adalah salah satu bentuk cara untuk menginterpretasikan karakter seseorang. Kadang terlihat dari  status kehidupan seorang laki-laki juga dapat terlihat dari jenis rambutnya. Contohnya, laki-laki yang memiliki rambut pendek sering dipandang sebagai seseorang yang senang berada di bawah aturan, pekerja harian atau karyawan. Sedangkan laki-laki yang memiliki rambut panjang dipandang sebagai seseorang yang senang membelot, seniman atau memiliki pandangan di luar mainstream. Rambut panjang sendiri saat ini menjadi salah satu penampilan yang lebih banyak disukai kaum muda, hal tersebut terjadi rambut panjang terlihat stylish dan menarik.

Dengan ini saya dapat menkonklusikan bahwa seksualitas membicarakan jenis kelamin secara fisik, dan dapat kita lihat secara langsung. Setiap laki-laki dan perempuan ingin menampil lebih stylish dengan menggunakan aksesoris dan pakaian, alasan dalam hal tersebut disebabkan oleh zaman makin maju maka orang pengin tampil lebih tren atau lebih stylish maka orang suka menggunakan anting, tindik, berambut panjang, dan lain-lain.

Refrensi :
https://media.ihram.asia/2016/01/24/laki-laki-memakai-anting-baca-dulu-nih-hukum-menurut-agama-islam/

Stereotipe Berdasarkan Gender

Stereotipe Berdasarkan Gender

 Stereotipe pada umumnya merupakan ejekan, gambaran-gambaran atau tanggapan tertentu terhadap individu atau kelompok. Dalam topik ini saya mau menjelaskan tentang gender dalam segi gaya bicara. Ada yang mengatakan bahwa perempuan lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki. Setiap laki-laki dan perempuan memiliki gaya bicaranya masing-masing. namun, ada beberapa  istilah-istilah khusus yang digunakan untuk wanita yaitu, gosip, desas -desus, kabar burung, angin lalu, dll. Tetapi istilah tersebut jarang sekali dipakai untuk percakapan para laki-laki.

Stereotipe gaya bicara laki-laki dan perempuan secara umum wanita berbicara lebih banyak dibandingkan laki-laki. Tetapi Laki-laki lebih banyak berbicara dalam percakapan yang terdiri atas kelompok dibandingkan perempuan. Banyak orang mengira bahwa siswa perempuan yang berbicara lebih banyak dalam sebuah percakapan akan lebih dihargai oleh pembicara. Sedangkan siswa laki-laki lebih banyak berbicara di depan kelas akan dinyatakan menyita waktu guru. Ada saatnya kalau para laki-laki memang dan akan berbicara lebih banyak dibandingkan perempuan dan ada saatnya juga perempuanlah yang lebih banyak berbicara dibandingkan laki-laki. 

Selain stereotipe berdasarkan gaya bicara ada juga yang berdasarkan peran gender, setiap laki-laki dan perempuan memiliki perannya masing-masing. Contohnya, hanya laki-laki yang pantas untuk menjadi pemimpin karena laki-laki lebih rasional dibandingkan perempuan dan juga Laki-laki adalah kepala keluarga yang wajib mencari uang untuk istri dan anaknya. Sedangkan perempuan wajib mengasuh anak-anaknya, karena perempuan mempunyai kelemah, lembutan dan kesabaran. Apalagi perempuanlah yang secara biologis memiliki fungsi untuk melahirkan anak.


Menurut saya, dalam kehidupan masyarakat masih banyak sekali perbedaan atau bertentangan antara individu maupun kelompok. Stereotipe adalah salah satu contoh dalam penilaian terhadap seseorang yang dilihat secara fisik dimana orang tersebut dapat di kategorikan dan kebanyakan mangacu dalam hal-hal yang negatif. Namun stereotipe bukan hanya mengacu kedalam hal-hal yang negatif saja tetapi stereotipe juga bisa mengacu kedalam hal-hal yang positif, contoh; memberi jalan pintas dalam pemikiran manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang sulit atau kompleks dan dapat membantu mengambil keputusan dengan cepat. Kita harus menyadari bahwa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing jadi tidak perlu menyamakan dengan orang lain ataupun dengan kelompok , setiap orang perlu saling menghargai keunikan orang lain maupun keunikan kita sendiri. Stereotype akan terus dilestarikan melalui komunikasi maupun melalui interkasi secara langsung yang menyebar di kalangan masyarakat dan akan terus diturunkan ke generasi berikutnya


Refrensi :


Senin, 31 Juli 2017

Hubungan Gender dengan Keadilan

Hubungan Gender dengan Keadilan

Gender adalah pembagian peran kedudukan, dan tugas antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perembuan dan laki-laki yang dianggap pantas sesuai norma-norma, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan masyarakat.  Jenis kelamin adalah perbedaan bentuk, sifat, dan fungsi biologi laki-laki dan perempuan yang menemukan perbedaan peran mereka dalam menyelenggarakan upaya meneruskan garis keturunan. Gender dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat (rohani) dan jenis kelamin.

 Sifat adalah sebuah tingkah laku yang lebih banyak dirasakan oleh rohani atau jiwa manusia. rohani manusia berkaitan dengan tuntutan akan peresaan, etika, dan juga keyakinan seseorang. Sifat laki-laki adalah fisiknya kuat, wibawa jiwa, Pria sejati itu tanggu, tak pernah menangis dan lain-lain. Sedangkan sifat yang dimiliki oleh perempuan adalah feminim; keibuan (karakter wanita yang keibuan adalah wanita yang pikirannya sudah dewasa), Lemah Lembut, Rasional, Emosional, Teliti, Menyusui, Hemat dan lain-lain.

 Jenis kelamin adalah perbedaan bentuk dan fungsi biologi laki-laki dan perempuan yang menetukan perbedaan peran mereka dalam melanjutakan keturunan atau Kebutuhan jasmani yang merupakan kebutuhan seorang manusia yang lebih banyak dirasakan oleh jasmani atau badan manusia, setiap laki-laki (penis) dan perempuan (vagina) memiliki alat reproduksi yang berbeda dan gunanya  untuk meneruskan keturunan.  Dengan adanya Jenis kelamin perempuan dan laki-laki dapat melakukan hubungan badan (seks) secara langsung (secara fisik) untuk melanjutkan keturunannya.

Perbedaan sifat dengan jenis kelamin, sifat (rohani) dapat diubah tetapi jenis kelamin (jasmani) tidak dapat diubah. Tingkah laku kita yang dapat diubah; contoh, laki-laki menjadi lebih feminim  dan lebih lemah lembut sedangkan secara jenis kelamin laki-laki tidak dapat mengubah tubuh mereka menjadi perempuan secara fisik dan alat reproduksi laki-laki (penis) tidak dapat diubah menjadi alat reproduksi perempuan(vagina).

Perempuan di zaman dulu yang sudah menikah maupun yang belum menikah, harus selalu berada di dalam rumah. Mereka disuruh fokus buat ngurus rumah dan dapur. Soal mencari uang adalah tugas suami dan perempuan tidak boleh ikut campur urusan suaminya. Sekolah hanya diutamakan bagi para laki-laki. Perempuan tugasnya di rumah aja, belajar masak dan menjahit.

sekarang perempuan memiliki hak yang setara dengan laki-laki, perempuan sekarang bisa sekolah, dan perempuanpun bisa mencari kerja, perempuan tidak dapat melakukan pekerjaan yang berat seperti laki-laki maka perempuan harus mengetahui sejauh mana mereka dapat disetarakan dengan laki-laki. Contohnya; tugas laki-laki adalah sebagai kepala keluarga, menjaga dan melindungi keluarganya dan bekerja. Tugas laki-laki dan perempuanpun setara dirumah laki-laki dan perempuan membersihkan rumah dan mengurus anak.



Refrensi :




Kamis, 27 Juli 2017

Kebiasaan Terlarang

Kebiasaan Terlarang

Sampai saat ini, kata tabu masih dianggap tidak sepatutnya diucapkan.  Sebab dari situasi dan kondisi manusia sering menggunakan kata kasar, jorok, cabul, makian, sindiran halus dan sejenisnya sengaja maupun tidak sengaja di ucapkan dari mulut kita untuk mengekpresi kan  segala bentuk emosi seperti ketidaksenangan, kebencian atau ketidakpuasan terhadap situasi yang sedang dihadapi. Ekspresi bahasa maupun ungakapan dalam bentuk kata-kata  harus tetapi mematuhi norma-norma sosial dan agama. Ada beberapa kata yang perlu dihindari, baik diucapkan maupun diekspresikan karena hal tersebut dianggap tabu dan dilarang untuk disebarluaskan.

Sebelum kita memasuki topik tabu, kita perlu mengetahui arti dari kata tabu. Tabu berasal dari bahasa Polinesia, taboo yang berarti suatu tindakan, benda, ucapan atau kata-kata yang dilarang keras oleh pemerintah, sebab tidak dapat diterima oleh masyarakat dan dapat dianggap menyerang. Bahkan tabu dapat dilarang secara hukum dan orang yang melanggar peraturan tersebut akan mendapatkan sanksi keras dari pemerintah.

Dalam kehidupan sehari-hari kita, pasti kita pernah berpengalaman untuk melakukan tindakan atau mengucapkan kata-kata terlarang secara sengaja maupun secara tidak sengaja, seperti; menyentuh kepala orang lain tindakan tersebut dianggap sebagai tindak yang sangat tidak sopan dari segi keluarga maupun teman terdekat kita apalagi menyentuh kepala orang yang tidak dikenal, terutama orang-orang yang berada di generasi tua. Sebab masyarakat Indonesia percaya bahwa kepala adalah bagian yang paling suci dari tubuh manusia.

Hal lain yang kita tanpa nyadar melakukan hal tersebut secara sengaja maupun tidak sengaja, yaitu menggunakan tangan kiri untuk memberi atau menerima sesuatu. Kecuali dalam keadaan tertentu, kita harus minta maaf jika kita menggunakan tangan kiri. Sebab dari segi kepercayaan masyarakat Indonesia kalau setanlah yang menerima maupun menyerahkan sesuatu dengan tangan kiri.

Berperilaku yang tidak sopan di depan umum biasanya hal ini paling sering dilakukan oleh para laki-laki, seperti; meludah adalah salah satu tindakan yang tidak sopan di depan umum sebab meludah itu tindakan yang seolah-olah menghina orang yang berdiri atau duduk di dekat kita. Kedua adalah menyilangkan kaki di depan umum, sebab bagi orang lain kesannya seperti sedang meremehkan orang yang berada disekeliling kita.
Dengan ini saya dapat mengkonklusikan bahwa tabu adalah sebuah ucapan, tindakan atau perilaku yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita dengan secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Tabupun dilarang keras oleh pemerintah karena tidak diterima oleh masyarakat dan dianggap menyerang, bahkan tabu dilarang secara hukum dan akan diberi sanksi keras oleh pemerintah bagi siapa yang melakukan tindakan atau perilaku tersebut.

Refrensi:



Senin, 10 April 2017

Representation of Older People in Media



 Media often portrait the older people as vulnerable and burden in the society, and makes the negative stereotype of older people as being poor, forgetful, antisocial, incapable of work, in ill health, difficult, and grumpy.

In the modern industrial society, some of magazines and advertisers give a message in their content that signs that growing old is bad.

The cosmetics and treatments now available to disguise signs of ageing. Media advertising of products and services that focus on such aspects of aging as memory loss, frailty, incontinence, and loss of mobility
There are some research about the negative stereotype towards older people.
·         Biggs (1993)’s research found that older people were represented in the media TV sitcoms as being forgetful and difficult
·         Cuddy and Fiske (2004) showed that in the US TV, there are only 1.5% of elders out of all characters and most of them has minor roles and appeared as a joke and has ineffective mental, physical;, and sexual capacities.
In the other hand, older men are more likely to be portrayed positively than older women. Women usually admired more based on their looks, so they usually gone from industries to when they reach the older age.
Women segregation in media has been found across all age groups, in fact Dr. Linda-Marie Delloff has found that “Elderly women are shown much less on Television then elderly men, only one in ten characters over 65 is a woman”
The stereotype of the older people may be introduced to the teenage who see older people as the burden and useless to children. There are several cartoon that represent the adult who are stereotyped as grumpy, idiot, or ‘evil parent who hate or does not care to their children’.
Disney’s animated movies, for the example, other than argued has negative stereotype of gender, also often to represent the older people’s negative stereotype, as either the villain, burden of the heroes or heroines, or dead. Cinderella’s and Snow White’s step-mother, Cruella de Vil, Madam Mim, Captain Hook, etc. are the example of these evil-older-people, which also dominated by adult women.
Overall, most of the Disney’s animated movies are have the negative stereotype towards the older people. This is not entirely good because the children may develop to think that they are always right and most of the elders are wrong.
And there are characters portrayed in the media more to negative stereotype, rather than positive stereotype, such as :

·         King of Queens (TV show) :  Arthur ( the father of Carrie) does not understand what is going on at all. Carrie and her husband Doug repeatedly say something but he seems to be in his own world and acts like a lost child.

·         Everybody Loves Raymond (TV show) : Marrie is portrayed as a stay at home grandma. In some scene, she is baking and then confronted by her daughter in law for needing to see an optometrist (someone who provide health care for visual problem), while  her own husband makes a joke about her poor vision.

·          Gran Torino (Movie) : Walt Kowalski is portrayed as a grumpy elderly person because of his experience during Korean War and believes the new  generations lack values his generation did (this film also dealt with racism)

Ageism is Prejudice or discrimination against a person age, and one of the example of consequences for the negative representation of the media. The prejudice  makes the negative assumption in media’s society, thus caused stereotyping toward older people.
Stereotypes affect the behavior of older adults in an everyday context. For example, negative stereotypes may not only affect the medical problem regarding an older adult illness, such as not receive enough medical care, but may also affect the older person's develop self-fulfilling prophercy, and caused older people doesn't want more medical care because of his or her own stereotypes about normal aging.
However, some researches found that the negative representation of old people may become lesser in recent years in the media to avoid the insulting the important role of older people as the part of the audience.
This is because the older people nowadays are the generation when baby boom happened and they have disposable income from savings, pensions, and investments so are significant market for media industries.
For the fictional characters, Albus Dumbledore (from Harry Potter), Gandalf the Gray (from The Hobbit), and Obi-Wan Kenobi (from Star Wars) shown as wise and brave in their own film, even though not all society acknowledge them. There are also films that portrayed older characters with both compassion and respect
And there are the real older people who seen as successful person, such as Richard Branson and Rupert Murdoch whose are successful business people and Nelson Mandela, who are successful religious and political leader
How to prevent media’s impact on ageism :

*   Public must be more aware to use any content about older people in the media

*   When watching any media source and elderly are misrepresented and if someone is around, tell him/her why it is not an accurate representation of older adults

*   Social security for the elderly must be stronger

*   Use more positive representations of the elderly in media (television, movies, magazines, posters, ads etc)

*   Campaigns about the media’s influence on ageism

 “People will try to label you not good enough, too slow, too old, too many mistakes. You can’t stop negative comments or prevent negative labels, but you can choose to not let them hold you back.”— Joel Osteen

Reference :
·         https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK83767/
·         https://www.slideshare.net/ellesullivan310/as-lesson-9-old-age
·         http://www.aplaceformom.com/blog/14-18-4-aging-myths-dispe lled/
·         http://www.dailymail.co.uk/news/article-458808/Disneys-villains-children-negative-images-elderly.html
·         http://psyc3490m.blogspot.co.id/
·         https://www.images.google.com/

·         Sociology’s IGCSE textbook